Profile

Higiene industri adalah tata kelola penerapan teknologi pengendalian potensi bahaya, sebagai upaya perlindungan tenaga kerja dari potensi bahaya agar tidak mengalami gangguan kesehatan dan merasakan kenyamanan kerja selama jam kerja di lingkungan kerja perusahaan.

Potensi bahaya lingkungan kerja merupakan dampak dari kegiatan industri, yang dapat berupa faktor fisika,  kimia,  biologi, psikologis dan ketidakserasian dari alat kerja dan aspek antropometri tenaga kerja (ergonomi)

Baca Selengkapnya
Susunan Pengurus
PENGURUS LSP HIGIENE INDUSTRI DAN TUGAS POKOK

Susunan pengurus

Ketua Pengarah                           : dr. Ismojo Djati, MSc

Ketua LSP HI                                : dr. F. Handoyo, KH, MPH, Sp.Ok

Ketua Bidang. Manajemen Mutu  : dr. Slamet Ichsan MS, Sp.Ok

Ketua Bidang. Sertifikasi              : Widarto

Ketua Bidang. Standarisasi          : Djamal Thaib, SI.P, MSc

Dr.Ismojo Djati, MSc

Ketua pengarah

Handojo Kun Hendrawan, MD, MPH (OM), HIU

Ketua LSP HI

dr. Slamet Ichsan MS, SpOk

Ketua Bidang Manajemen Mutu

Widarto

Ketua Bidang. Sertifikasi

Djamal Thaib, S.IP, M.Sc.

Ketua Bidang. Stadarisasi

Tugas pokok

  1. Ketua pengarah : menetapkan susunan pengurus dan mengarahkan kebijakan, program organisasi dan komunikasi dengan stakeholder serta mobilisasi sumber daya.
  2. Ketua LSP HI : menjalankan program kerja LSP Higiene Industri, melakukan monitoring dan evaluasi, menyiapkan rencana program dan anggaran dan membuat laporan dan bertanggung jawab kepada Pengarah serta menandatangani sertifikasi kompetensi
  3. Ketua Bidang. Manajemen Mutu : mengembangkan menerapkan sistem manajemen mutu LSP Higiene Industri sesuai Pedoman BNSP 201,memelihara berlangsungnya sistem manajemen agar tetap sesuai dengan standar dan pedoman yang diacu,melakukan audit internal dan kaji ulang manajemen LSP Higiene Industri.
  4. Ketua Bidang. Sertifikasi : memfasilitasi penyusunan Materi Uji Kompetensi,melaksanakan kegiatan asesmen,melaksanakan verifikasi TUK, melakukan “recruitment” asesor serta pemeliharaan kompetensi asesor baik asesor manajemen mutu maupun asesor kompetensi
  5. Ketua Bidang. Standarisasi : memfasilitasi kegiatan identifikasi kebutuhan jenis kompetensi tenaga profesional dari industri,memfasilitasi kegiatan pengembangan standar kompetensi, memfasilitasi pengusulan standar kompetensi baru untuk ditetapkan sebagai SKKNI.
Kode Etik

KODE ETIK PROFESI HIGIENIS INDUSTRI

  1. Kami akan mempraktekkan profesi, mengikuti dasar-dasar ilmu higiene industri guna mencapai kehidupan, kesehatan dan kesejahteraan pekerja serta masyarakat yang sangat tergantung pada keputusan profesional.
  2. Kami akan meberikan nasehat kepada pekerja dan manajemen, tentang dampak dan fakta-fakta yang berhubungan dengan potensi risiko kesehatan dan rekomendasi yang diperlukan untuk menghindari efek yang buruk terhadap kesehatan.
  3. Kami harus bisa menjaga kerahasiaan informasi bisnis dan pribadi yang diperoleh selama melaksanakan kegiatan higiene industri, kecuali bila dibutuhkan oleh penegak hukum atau sebagai data tambahan untuk pertimbangan K3.
  4. Kami harus menghindari keadaan dimana akan muncul konflik kepentingan atau kompromi dalam membuat keputusan profesional.
  5. Kami harus memberikan layanan hanya dalam batas-batas area kompetensinya.
  6. Kami harus bertanggungjawab menjaga keutuhan integritas profesi.
Leaflet

LEAFLET HIMu

Read more

LEAFLET HIMa

Read more