Lsphi logo_HD

IFP Factory IconHigiene industri adalah tata kelola penerapan teknologi pengendalian potensi bahaya, sebagai upaya perlindungan tenaga kerja dari potensi bahaya agar tidak mengalami gangguan kesehatan dan merasakan kenyamanan kerja selama jam kerja di lingkungan kerja perusahaan.

Potensi bahaya lingkungan kerja merupakan dampak dari kegiatan industri, yang dapat berupa faktor fisika, kimia, biologi, psikologis dan ketidakserasian dari alat kerja dan aspek antropometri tenaga kerja (ergonomi)

Lembaga Sertifikasi Profesi Higiene Industri (LSP higiene Industri) adalah organisasi kelembagaan yang mempunyai tugas pokok dan fungsi dalam menciptakan tenaga professional yang kompeten dalam penerapan teknologi pengendalian di industri atau tenaga profesioanal yang kompeten dibidang higiene industri. Untuk itu LSP mengemban visi dan misi, sebagai berikut :

Visi

  • Menjadikan Lembaga Sertifikasi Profesi yang dapat menciptakan tenaga profesionak yang kompeten dibidang Higiene Industri yang terpercaya, diakui secara Nasional dan Internasional

 

Misi

  • Menyelenggarakan sertifikasi kompetensi profesi Higiene Industri secara profesional
  • Menjalin kerjasama dan jejaring dengan pemerintah, organisasi dan profesi nasional
  • Mesejajarkan LSP HIGIENE INDUSTRI dengan Lembaga Sertifikasi dibidang Higiene Industri yang telah diakui secara Internasional
  • Meningkatkan dan mengembangkan skema sertifikasi dalam melakukan sertifikasi kompetensi

 

 A. Dasar hukum

Dalam kegiatan operasional LSP Higiene Industri mengacu pada peraturan perundang-undangan sebagai berikut :

  1. Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  2. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no.: Kep.209/MEN/X/2009 tentang SKKNI Sektor Ketenagakerjaan bidang Higiene Industri
  3. Keputusan Badan Nasional Sertifikasi Profesi No. KEP.329/BNSP/VII/2014 tentang Lisensi Kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Higiene Industri\

 

B.Kualifikasi kompetensi

Sesuai dengan skema sertifikasi yang telah diberikan lisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), maka LSP Higiene Industri mempunyai kewenangan melakukan uji kompetensi untuk kualifikasi :

  1. Ahli Muda Higiene Industri ( HIMu), yaitu seseorang yang mempunyai kompetensi dalam menerapkan dasar-dasar higiene industri rutin berdasarkan pada pemahaman prosedur/instruksi kerja dibawah pengawasan atasan langsung. Umumnya kompetensi ini dibutuhkan untuk jabatan teknisi/operator higiene industri.
  2. Ahli Madya Higiene Industri ( HIMa), yaitu seseorang yang mempunyai kompetensi dalam menerapkan dasar-dasar higiene indsutri rutin dan mempunyai kemapuan melaksanakan tugas pekerjaan mandiri yang menuntut proses analisa dalam menerapkan prosedur, memecahkan persoalan dan mengajukan gagasan kepada atasannya. Umumnya kompetensi ini dibutuhkan untuk jabatan supervisi higiene industri
  3. Ahli Utama Higiene Industri, yaitu seseorang yang mempunyai kompetensi dalam menerapkan dasar-dasar higiene industri, melaksanakan tugas secara mandiri maupun terkoordinasi yang menuntut proses analisa/evaluasi/sintesa dalam menerapkan prosedur dan memecahkan persoalan serta mengajukan gagasan kepada pimpinan perusahaan. Umumnya kompetensi ini dibutuhkan untuk jabatan manajer higiene industri

(untuk Ahli Utama Higiene Industri (HIU), belum dilakukan uji kompetensi )